Kamis, 13 Desember 2018 

Profil Kabupaten Barito Kuala

Website : www.baritokualakab.go.id
Ibukota : Marabahan
Alamat Kantor Kepala Daerah :
Jl. P. Antasari No 1 Marabahan
Telp.  (0511) 4799041
Fax.  (0511)  4799182, 4799039

Profil Daerah

Ibu Kota     : Marabahan

Semboyan :Bumi Selidah denga Motto “BAHALAP” artinya Barasih,Harum,Langkar dan Pantas

Kabupaten Barito Kuala dengan Ibu Kota Marabahan di bentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 yaitu tanggal 4 Juli 1959 yang sebelumnya daerah ini berstatus Kawedanan dibawah Pemerintah Kabupaten Banjar.
Selanjutnya pada tanggal 4 Januari 1960 Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Selatan (SYARKAWI) meresmikan Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Kuala di Marabahan,sehingga sampai sekarang pada tanggal 4 Januari diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Kuala.

Kantor Pemerintah Kabupaten Barito Kuala beralamat di   Jl. P. Antasari No. 1, Kota Marabahan dengan alamat website www.baritokualakab.go.id.

Perekonomian dan Pariwisata

Potensi Kabupaten Barito Kuala mengandalkan sektor pertanian dan sektor pariwisata. Kabupaten Barito Kuala memiliki beberapa tempat wisata yaitu

·       Agrowisata Terantang ·       Makam Datu Kayan
·       Jembatan Barito ·       Makam Datu Aminin
·       Jembatan Rumpiyang ·       Pulau Kembang
·       Makam H. Abdussamad ·       Pulau Kaget

Sejarah
Kabupaten Barito Kuala didirikan pada Tahun 4 Juli 1959 berdasarkan Undang-undang No 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat No. 3 Tahun 1953 Tentang Perpanjangan Pembentukan Daerah Tingkat II Di Kalimantan (Lembaran-Negara Tahun 1953 Nomor 9) sebagai Undang-Undang dengan ibukota Marabahan.

Visi dan Misi
Mewujudkan Kabupaten Barito Kuala yang satu kata satu rasa untuk membangun desa dan menata kota, bersama menuju masyarakat sejahtera dengan misi sebagai berikut:

  1. (SA) Satu sinergitas usaha berdaya saing yang ditumbuhkembangkan melalui peningkatan aktifitas perekonomian berbasis pertanian inovatif.
  2. (MA) Masyarakat cerdas, sehat dan bertaqwa yang diwujudkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
  3. (RA) Rasa aman dan adil yang dipenuhi dengan penyelenggaraan tata pemerintahan dan penciptaan tata kehidupan sosial yang baik.
  4. (SA) Sarana dan prasarana wilayah yang ditingkatkan melalui perbaikan kualitas dan kuantitas pembangunannya.

Pertanian
Lahan sawah non irigasi masih menjadi mayoritas lahan sawah di Kabupaten Barito Kuala. Dari 120.037 hektar sawah yang ada, 93,57 persennya merupakan sawah non irigasi. Produksi padi sawah tahun 2017 adalah 389.758 ton dengan rata-rata produksi 38,50 Kw/Ha. Hampir semua kecamatan di Kabupaten Barito Kuala merupakan sentra produksi padi sawah. Selain itu Kabupaten Barito Kuala juga merupakan sentra produksi padi di Provinsi Kalimantan Selatan. Produksi tanaman bahan makanan lainnya pada tahun 2017 yaitu jagung 2.586 ton, kedelai 680 ton, kacang tanah 13 ton, ubi kayu 15.923 ton, dan ubi jalar 35 ton.

Peternakan
Populasi ternak di Kabupaten Barito Kuala tahun 2017 adalah sebagai berikut: populasi sapi potong sebanyak8.746 ekor, kerbau 1.572 ekor, kambing1.627 ekor, babi 301 ekor.

Perikanan
Jumlah rumah tangga perikanan laut pada tahun 2017 adalah sebanyak 464 rumah tangga dengan produksi ikan sebanyak 2.851 ton. Sedangkan jumlah rumah tangga perikanan tangkap di perairan umum adalah sebanyak 4.871 dan dapat menghasilkan ikan mencapai 6.494 ton. Untuk jumlah rumah tangga budidaya perikanan sebanyak 1.569 rumah tangga dengan produksinya selama tahun 2017 mencapai 10.162 ton.

Wilayah Hutan
Wilayah hutan di Kabupaten ini tersebar diseluruh wilayah kecamatan, diantaranya ditumbuhi oleh berbagai jenis kayu seperti : galam, terantang, jingah, halaban, bungur dan lain-lainnya. Sebagian hutan ini merupakan kawasan lindung dengan fungsi khusus yaitu sebagai cagar alam, hutan wisata, hutan pantai berbakau dan hutan sempadan sungai. Pulau Kaget yang terletak di Kecamatan Tabunganen dengan satwa khas Bekantan merupakan Kawasan Cagar Alam. Hutan wisata juga terdapat di Pulau Bakut yang terletak di Kecamatan Anjir Muara dengan dengan flora yang khas yaitu rambai, kayu bulan, jingah, beringin dan fauna yaitu bekantan, kera abu-abu. Cagar Alam Kuala Lupak terletak di pesisir pantai di Kecamatan Tabunganen. Data potensi hutan menunjukkan bahwa potensi terbesar ada pada hutan galam. Data potensi perkebunan terbesar ada pada kelapa, disusul karet, purun, dan kelapa sawit.

 

Letak Geografis 
Kabupaten Barito Kuala terletak antara 114°20’50″ – 114°50’18″ Bujur Timur dan 2°29’50″ – 3°30’18″  Lintang Selatan dengan luas wilayah 2.996,96 KM², yang terbagi atas 17 kecamatan.

Batas  Wilayah Administrasi

Sebelah Utara : Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Tapin
Sebelah Timur : Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin
Sebelah Selatan : Laut Jawa
Sebelah Barat : Kabupaten Kuala Kapuas (Prov. Kalteng)

 

Pimpinan Daerah

Bupati Wakil Bupati
Hj. Noormiliyani AS, SH H. Rahmadian Noor, ST

Statistik

Jumlah Penduduk (2018) Laki-laki Perempuan Gini Ratio (2016) IPM (2017) Pengangguran (2017) Inflasi (Juli 2018) Penduduk Miskin (%) (2017)
310.016 138.357 137.790 0,31 64,93 3,99 5,13

*Sumber: BPS Kalimantan Selatan


Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Live Chat