Senin, 11 Desember 2017 

Pembangunan Pembangkit 35.000 Megawatt: Menguak Mimpi Menjadi Realita

03/08/2015 – 11:20

Dalam rangka mendorong optimalisasi pengawasan pengelolaan keuangan negara, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI di Kementerian ESDM dengan tema “Pembangunan Pembangkit 35.000 Megawatt: Menguak Mimpi Menjadi Realita” pada hari ini (3/8) di Gedung Aula Barat ITB Jalan Ganesha No. 10 Bandung. Acara tersebut menghadirkan Narasumber Anggota BPK, Prof. Dr. Rizal Djalil, Menteri ESDM, Sudirman Said dan Ahli Ketenagalistrikan ITB, Dr. Ir Pekik Argo Dahono. Kegiatan ini diikuti oleh para pemangku kepentingan di wilayah Jawa Barat, Eselon 1 Kementerian ESDM, Asosiasi Produsen Listrik Indonesia, Persatuan Insyinyur Indonesia, Pejabat Kementerian terkait dan akademisi di wilayah Jawa Barat.

Dalam rangka mengejar ketertinggalan dari Negara-negara tetangga dan menyediakan akses penerangan bagi masyarakat secara lebih merata, saat ini Pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW) dalam jangka waktu 5 tahun. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kesiapan dan komitmen dari berbagai pihak untuk menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan permasalahan-permasalahn yang mungkin dihadapi dan bagaimana strategi untuk mengatasinya.

Selain program 35 ribu Megawatt (MW), muncul juga wacana sudah saatnya Indonesia mengembangkan pembangkit listrik bertenaga nuklir. Wacana ini berkembang karena pembangkit listrik bertenaga nuklir memiliki berbagai keunggulan seperti ramah lingkungan (jika bisa dijalankan dengan aman) dan biaya rendah (terutama operasionalnya yang tidak memerlukan bahan bakar migas maupun batubara). Indonesia pun diyakini telah memiliki banyak tenaga ahli yang mampu mengembangkan pembangkit tersebut. Rapat koordinasi ini diharapkan dapat membahas secara komprehensif mengenai prospek pencapaian target penyediaan listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW) dalam jangka waktu 5 tahun di Indonesia dan prospek dan tantangan pengembangan pembangkit bertenaga nuklir di Indonesia.


  • Polls

    Pemeriksaan yang dilaksanakan BPK Perwakilan Kalsel bermanfaat bagi peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara

    View Results

    Loading ... Loading ...